Kompetensi Guru Diakui, SMAN 9 Mataram Raih Kepercayaan Kemendikdasmen Program Pembelajaran Coding dan AI

Kepala SMA Negeri 9 Mataram Nengah Istiqomah. (Iba)
Kepala SMA Negeri 9 Mataram Nengah Istiqomah. (Iba)

Detikntbcom – SMA Negeri 9 Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan. Sekolah tersebut dipercaya menjadi perwakilan NTB dalam program strategis nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait pengembangan dan pemberdayaan guru serta tenaga kependidikan melalui pelatihan implementasi pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) tahun 2026.

Kepala SMA Negeri 9 Mataram, Nengah Istiqomah, di Mataram, Sabtu (20/6/2026), mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya merupakan bukti kualitas sumber daya pendidik yang dimiliki serta komitmen sekolah dalam mendukung transformasi pendidikan nasional.

Menurut Nengah, program tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional Kemendikdasmen yang bertujuan mempercepat implementasi pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial di satuan pendidikan melalui kelompok kerja guru dan kepala sekolah.

Tiga Guru SMA 9 Mataram Jadi Perwakilan

Nengah menjelaskan, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTB melaksanakan kegiatan Pelatihan Fasilitator Kelompok Kerja Guru Implementasi Pembelajaran Mendalam, Coding dan Kecerdasan Artifisial untuk jenjang PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK se-NTB.

Dalam kegiatan tersebut, SMA Negeri 9 Mataram dipercaya mengirimkan tiga guru sekaligus sebagai perwakilan Kota Mataram untuk jenjang SMA.

“Alhamdulillah, SMA Negeri 9 Mataram kembali menjadi perwakilan guru-guru Kota Mataram dalam program pengembangan dan pemberdayaan guru serta tenaga kependidikan yang menjadi salah satu program strategis nasional Kemendikdasmen tahun 2026. Bahkan dalam kesempatan ini kami mengirim tiga orang guru sekaligus,” ujar Nengah.

Ketiga guru tersebut berasal dari berbagai Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), yakni Moh. Taoefik, Ardiansyah dan Adnan Muchsin.

Menurutnya, keterpilihan tiga guru sekaligus menjadi pencapaian yang sangat membanggakan karena menunjukkan kompetensi tenaga pendidik SMA Negeri 9 Mataram diakui dan dinilai layak menjadi representasi Kota Mataram pada kegiatan tingkat provinsi tersebut.

Bukti Mutu Pendidikan dan Kompetensi Guru

Nengah menilai, kepercayaan yang diberikan kepada SMA Negeri 9 Mataram merupakan indikator mutu pendidikan dan kualitas pembelajaran yang terus dikembangkan di sekolah tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa skill yang dimiliki bapak dan ibu guru di SMA Negeri 9 Mataram sangat mumpuni dan layak menjadi perwakilan Kota Mataram dalam kegiatan yang sangat luar biasa ini. Kepercayaan tersebut menjadi salah satu indikator mutu pendidikan dan pembelajaran yang baik di sekolah kami,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut semakin istimewa mengingat banyaknya sekolah menengah atas negeri maupun swasta di Kota Mataram yang juga memiliki potensi serupa.

“Di Kota Mataram terdapat 11 SMA negeri ditambah banyak SMA swasta. Namun SMA Negeri 9 Mataram yang terpilih untuk mewakili kegiatan ini. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Siapkan Fasilitator Pembelajaran Masa Depan

Lebih lanjut, Nengah menjelaskan bahwa para peserta pelatihan nantinya akan menjadi fasilitator yang bertugas mengawal implementasi model pembelajaran terbaru di sekolah-sekolah.

Program tersebut mengadopsi pendekatan Teacher Experiential Training (TET), yakni model pelatihan yang menempatkan ruang kelas sebagai laboratorium pembelajaran dengan siklus identifikasi, desain, implementasi, observasi, refleksi, dan berbagi praktik baik.

“Ke depan guru-guru yang mengikuti pelatihan ini akan menjadi fasilitator untuk mengawal implementasi pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial bersama guru-guru lainnya di kabupaten/kota se-NTB. Ini merupakan program unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” jelasnya.

Nengah berharap pengalaman dan kompetensi yang diperoleh para guru dapat memperkuat inovasi pembelajaran di SMA Negeri 9 Mataram sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat.

“Ini kesempatan yang luar biasa dan sangat membanggakan bagi kami. Kepercayaan ini semakin menegaskan komitmen SMA Negeri 9 Mataram untuk terus memajukan pendidikan dan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masa depan,” pungkasnya. (Iba)