Buka Diri Terhadap Kritik, KONI NTB Minta Dinamika Porprov XII/2026 Dinilai Secara Utuh dan Objektif

Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi. (Iba)
Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi. (Iba)

Detikntbcom – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB secara tegas membantah berbagai tudingan dan narasi negatif di media sosial yang mengesankan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII/2026 mengalami kegagalan. KONI NTB menilai gelombang opini tersebut merupakan upaya pembentukan opini (framing) yang menyesatkan.

Ketua Umum KONI NTB H Mori Hanafi, menegaskan bahwa kepengurusannya sangat terbuka terhadap kritik dan evaluasi yang membangun. Namun, ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang secara sengaja membesar-besarkan dinamika kecil di segelintir cabang olahraga (cabor) demi kepentingan lain.

”KONI NTB tidak pernah anti-kritik. Tetapi tolong objektif. Kalau ada sengketa pertandingan, semua ada mekanisme internal cabor masing-masing sebelum dibawa ke KONI. Jalurnya jelas,” tegas Mori Hanafi.

Mori Hanafi memaparkan bahwa Porprov NTB XII/2026 menggelar lebih dari 3.000 partai pertandingan. Dari ribuan laga tersebut, riak atau insiden yang sempat beredar di media sosial, eperti pada cabor pencak silat, balap sepeda (BMX), voli indoor, dan drumband. Namun persentasenya sangat kecil, yakni di bawah 0,05 persen.

Sebagai contoh, pada cabor pencak silat yang mempertandingkan 25 nomor dengan total sekitar 75 laga, keributan hanya terjadi pada satu partai pertandingan. Sangat tidak adil jika dinamika pada satu pertandingan menggugurkan kesuksesan ribuan nomor pertandingan lainnya yang berjalan aman, kondusif, dan menjunjung tinggi sportivitas.

”Masa dari 3 ribu pertandingan, gara-gara tiga atau empat nomor pertandingan yang bermasalah, lalu seluruh gelaran Porprov dianggap rusak dan gagal? Yang benar saja dong. Kenapa ribuan nomor pertandingan yang aman dan sukses tidak diberitakan dan dibahas?” katanya.

Secara keseluruhan, aspek-aspek krusial penyelenggaraan Porprov NTB XII/2026 seperti layanan medis, akomodasi, hingga transportasi kontingen dari seluruh kabupaten/kota berjalan sangat lancar tanpa kendala fatal. Oknum yang memviralkan video-video potongan insiden dinilai tidak melihat langsung perjuangan dan kerja keras para atlet, pelatih, serta panitia di lapangan.

”KONI NTB tidak pernah menuduh ini dilakukan karena faktor politik. Ini menanggapi narasi yang disampaikan salah satu akun media sosial di facebook. Dinamika yang terjadi di segelintir cabor jangan dijadikan framing jika Porprov itu gagal,” tegasnya.

Menanggapi wacana pemilihan Ketua Umum KONI NTB mendatang, Mori Hanafi menegaskan bahwa proses tersebut terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin mendaftar, selama memenuhi seluruh persyaratan dan prosedur organisasi yang berlaku.

”Dalam rangka pemilihan Ketua KONI NTB, kami mengajak siapa saja untuk mendaftar asalkan memenuhi syarat aturan yang ditetapkan. Tapi harus realistis. Kalau ada yang mau jadi Ketua KONI, silahkan mendaftar. Yang jelas figur itu harus siap untuk membina olahraga,” tandasnya.

KONI NTB mengimbau seluruh pihak dan insan olahraga di NTB untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang merusak iklim pembinaan atlet, serta tetap fokus mengawal prestasi olahraga daerah ke panggung nasional maupun internasional. (Iba)