Beranda Breaking News Mahasiswa tiga kampus kolaborasi konservasi mata air di kaki gunung Rinjani

Mahasiswa tiga kampus kolaborasi konservasi mata air di kaki gunung Rinjani

206
0
Mahasiswa dari tiga kampus yakni Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Islam Negeri Mataram (UINMA) dan Universitas Hamzanwadi melakukan konservasi mata air di Desa Sapit Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur dengan cara melakukan penanaman bibit pohon di wilayah hulu pada, Sabtu (10/7).

Lombok Timur (Detikntbcom),- Mahasiswa dari tiga kampus yakni Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Islam Negeri Mataram (UINMA) dan Universitas Hamzanwadi melakukan konservasi mata air di Desa Sapit Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur dengan cara melakukan penanaman bibit pohon di wilayah hulu pada, Sabtu (10/7).

Mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata dari berbagai jurusan ini menanam 100 bibit pohon yang terdiri dari bibit pohon durian, srikaya dan sangon.

Menurut Ketua KKN Universitas Hamzanwadi Nas, bahwa kondisi geografis Desa Sapit yang berada di Lereng Timur Gunung Rinjani menjadikan Desa Sapit menjadi salah satu desa yang memiliki potensi mata air bagi masyarakat di pulau Lombok.

Menurutnya, konservasi mata air dengan melakukan penanaman bibit pohon merupakan salah satu langkah yang tepat dalam menjaga kelestarian dari mata air. Terlebih lagi masih seringnya ditemukan kekurangan air dan adanya bencana longsor.

“Kegiatan penanaman bibit pohon ini dilakukan agar tidak terjadi lagi kendala kekurangan air di wilayah desa Sapit dan dapat berguna juga untuk menjaga desa Sapit dari tanah longsor,” jelasnya.

Mata air di Desa Sapit banyak digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk irigasi lahan-lahan pertanian.

Selain itu, mata air di Desa Sapit ini juga menjadi harapan bagi masyarakat Pulau Lombok karena posisi desa Sapit yang berada di wilayah hulu bagi masyarakat pulau Lombok. “Maka dari itu penting untuk dapat melestarikan mata air ini,” jelasnya.

Sementara Ketua KKN Institut Pertanian Bogor (IPB) Laonewan Rezeki Alhaq, berharap hal sederhana yang mereka lakukan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk mencintai lingkungan dan menyalamat sumber daya air untuk kehidupan.

“Apa yang kami lakukan ini memang tidak banyak, tetapi hal ini dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat, terutama pemuda yang ada di Desa Sapit khususnya agar bisa merawat karunia tuhan berupa alam yang subur dan sumber mata air yang melimpah,” harap mahasiswa jurusan Manajemen IPB ini.

Untuk diketahui, penanaman bibit pohon di wilayah hulu untuk konservasi mata air hanyalah salah satu dari beberapa program mahasiswa KKN di Desa Sapit.

Menurut informasi dari desa setempat, setidaknya ada 38 mahasiswa KKN di Desa Sapit, yang terdiri dari 9 mahasiswa dari IPB, 11 mahasiswa Universitas Hamzanwadi dan 18 mahasiswa UIN Mataram.

Mereka sama-sama berkontribusi untuk pembangunan desa yang ada di kaki Gunung Rinjani tersebut selama lebih kurang sebulan. (Iba)

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings