Sumber daya lahan, upaya peningkatan produksi pertanian

Penulis: Anjasmara (Istimewa)

Oleh: Anjasmara*

Pertanian dalam pengertiannya mencakup kegiatan yang melibatkan pemanfaatan mahkluk hidup (mikroorganisme, tanaman dan hewan lainnya) untuk kepentingan manusia, dalam arti deduktif bahwa pertanian adalah proses membudidayakan tanaman pada lahan terutama pada musim tertentu.

Pertanian memiliki cakupan meluas dan membutuhkan spesifikasi data kongkrit sebelum melakukan budidaya tanaman seperti palawija, sawit, umbi, tomat, kacang panjang (holtikurtura). Dalam pertanian ada hal paling penting yang harus diteliti yaitu mengenai lokasi lahan, karena pembudidayaan pertanian tidak segampang yang kita pikirkan, budidaya memiliki teknik agar tidak rusak maka dibutuhkan lahan bagus.

Semua usaha pertanian pada dasarnya kegiatan konstruksi ekonomi, maka perlu untuk melakukan perbaikan ulang tentang dasar-dasar pengetahuan seperti, pengelolaan tempat usaha, bibit dan media sebagai sentral usaha pertanian, termasuk pestisida, pupuk subsidi dan pupuk organik semua unsur ini ada kegiatan ekonomi makro atau mikro.

Tidak salah pertanian menjadi sentralitas pada sejarah pertanian juga instrumen pertahanan negara. Maksudnya adalah ketika musibah besar pandemi Covid-19 pertanian masih pada prinsip distribusi pangan untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat, seharusnya pertanian harus terus dibangun dengan model-model baru upaya peningkatan SDM. Apalagi Menteri Pertanian telah membuat sistem pertanian sisip atau pertanian berulang-ulang.

Sumber Daya Lahan

Sumber daya lahan merupakan sumber alam yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia karena diperlukan setiap kegiatan manusia, seperti ukuran pertanian, industri pertanian, daerah pemukiman, jalan untuk transportasi, daerah rekreasi, atau daerah-daerah yang dipelihara kondisi alamnya (Sitorus 2011). Mendefinisikan sumber daya alam menurut (Mather 1986) sebagai lingkungan fisik yang terdiri dari iklim, tanah, mineral dan vegetasi serta benda yang ada di atas permukaan bumi terpenting memiliki pengaruh.

Kenapa harus 4 unsur tersebut karena dalam ilmu pengetahuan membicarakan bahwa kita tidak hanya melihat secara sempit tapi ada sisi besarnya, karena sumber daya lahan secara substansi termaktub pada unsur di atas, ketika tanahnya jenuh, berarti meneral sudah menurun maka kalau mineral menurun artinya vegetasi tidak lagi sehat. Banyak proses untuk melakukan perbaikan supaya tidak mengalami kerusakan fatal.

Pertanian adalah lahan basah memiliki ruang terbuka bagi masyarakat untuk pemanfaatan sumber daya alam dalam mengisi kebutuhannya, karena sebagian besar pencarian masyarakat Indonesia di bagian pertanian, sehingga sektor-sektor ini sangat penting bagi mereka dalam mencapai kesejahteraan mereka.

Secara umum ada 4 sistem pertanian di indonesia menurut wikepedia tapi penulis akan mencoba menyajikan 2 unsur yaitu lahan basah dan lahan kering.

Lahan Basah

Sistem lahan basah lebih dikenal dengan sawah. Pertanian sawah kayak akan air, seperti di Dompu Kecamatan Kilo Desa Kiwu. Di sana memiliki embun besar yang digunakan sebagai kebutuhan sawah karena Indonesia secara garis besar adalah negara agraris yang meliputi seluruh dunia ini maka jangan heran ketika ada negara-negara adidaya membangun kontrak dengan indonesia karena faktornya kekayaan sumber daya alamnya.

Perlu diketahui bahwa dalam lahan basah identik dengan pertanian sawah kayak akan air tetapi dalam mengakselarasi air tersebut supaya sampai ke sawah perlu adanya irigasi. Karena irigasi bagian dari komponen pertanian tanpa irigasi budidaya pertanian tidak akan mendapatkan hasil maksimal.

Padi memiliki karakteristik tersendiri dan perlu metode pembagian air dalam irigasi efesiensi. Kenapa perlu metode efektif karena karakteristik padi memiliki perbedaan, maka diperlukan dasar pengetahuan utuh dalam mengetahuinya.

Lahan Kering

Usaha pertanian yang sulit menjangkau air di bendungan adalah sistem lahan kering karena cara ini memiliki khas tersendiri dan cocok untuk membudidayakan, ubi-ubian, singkong dan jagung. Sistem pertanian model ini memiliki nilai produktivitas yang tidak perlu diragukan karena secara data bahwa di Dompu cukup berpengaruh mengenai tanam jagung karena itu bagian dari pembangunan ekonomi di Dompu, namun lahan kering dia kebutuhan air cenderung pada hujan dan yang lain juga tergantung kesuburan tanah kendati hujan datangnya lama.

Perlu diketahui bahwa dua unsur tersebut antaran lain, lahan basah dan lahan kering pada dasarnya memiliki kelemahan dan kelebihanya masing-masing tergantung dari model petani cara membudayakan itu dengan baik, maksudnya nutrisi-nutrisinya tepat.

Upaya Peningkatan Produksi Pertanian

Upaya peningkatan sumber daya lahan pertanian memiliki cara-cara tersendiri sebagai berikut:

1. Intensifikasi Pertanian adalah pengolahan lahan yang ada dengan sebaik-sebaik mungkin contohnya lahan disawah dan ladang/perkebunan, dimanfaatkan dengan seproduktif mungkin agar memiliki hasil yang autentik dengan menggunakan, bibit yang unggul, pestisida(Anorganik Dan Organik), Pupuk cair dan urea, Pengairan airnya sistematis.

2. Ekstensifikasi pertanian adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara membuka laha seluas-luasnya, misalnya membabat hutan baik itu dilereng-lereng tebing atau daerah pertanian yang belum dimanfaatkan seperti rawan-rawan.

3. Mekanisasi pertanian
Usaha meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan mesin-mesin pertanian modern. Mekanisasi pertanian banyak dilakukan di luar pulau Jawa yang memiliki lahan pertanian luas. Pada program mekanisasi pertanian, tenaga manusia dan hewan bukan menjadi tenaga utama melainkan mesin yang menjadi tenaga utama,karena hal ini akan sangat membantu kinerja petani, dimekanisasi pertanian juga memiliki kelemahan dan kelebihan antara manual tapi diera serba canggih kita harus dipaksakan untuk bangun dari kegelapan menuju cahaya.

4. Rehabilitasi pertanian
Usaha memperbaiki lahan pertanian yang semula tidak produktif atau sudah tidak berproduksi menjadi lahan produktif atau mengganti tanaman yang sudah tidak produktif menjadi tanaman yang lebih produktif. Sebagai tindak lanjut dari kesadaran kolektif membangun sumber daya pertanian, cara-cara ini sebenarnya suatu tindakan fundamental yang harus terus dibangun upaya menjaga kebutuhan pangan masyarakat indonesia.

*Penulis adalah mahasiswa pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT)

Editor: Ibrahim Bram Abdollah