Dilaporkan ke KPK soal ‘dugaan persekongkolan jahat’, Kadis PUPR dan Ketua DPRD Dompu bersikap seirama

Ilustrasi (Istimewa)

Dompu (Detikntbcom) – Kasus dugaan ‘persekongkolan jahat’ antara legislatif dan eksekutif di Kabupaten Dompu soal dana Rp26 miliar di APBD 2022 dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada, Senin 4 Juli 2022 oleh anggota DPRD dibantah Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aris Ansyari dan Ketua DPRD Dompu Andi Bahtiar.

Aris menegaskan, pernyataannya sama dengan yang disampaikan Sekda Dompu Gatot Gunawan Perantauan Putra, bahwa dana yang dituduhkan tersebut diakuinya memang tidak ada.

“Tanggapan kami sebenarnya hampir sama dengan tanggapan pak Sekda yang sudah diberitakan di media lainya karena memang tidak ada kejadian seperti yang dituduhkan” ujar Aris Ansyari ketika dimintai keterangan media ini, Selasa 5 Juli 2022 di Dompu.

Tanggapan Sekda Kab Dompu dimaksud Aris, bahwa Penyusunan APBD tahun 2022 semuanya sudah sesuai prosedur dan transparan antara TAPD bersama badan anggaran (Banggar) dari penyampaian rancangan KUA-PPAS, nota keuangan oleh Bupati dalam paripurna, serta laporan Banggar.

Pihaknya menyampaikan, tanggapan yang sama dimaksud terkait tidak benarnya isu tersebut karena semua mekanisme penganggaran sudah sesuai prosedur yang berlaku.

“Tanggapan yang sama issue itu tidak benar dan semua mekanisme penganggaran sudah sesuai prosedur yang berlaku,” bantahnya.

Begitu pun dengan tanggapan ketua DPRD Dompu Andi Bahtiar saat dikonfirmasi, bahwa semua tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya dengan eksekutif adalah tidak benar.

“Semua tuduhan yang dialamatkan ke kami itu tidak benar. Kami pastikan semua prosedur pembahasan APBD 2022 sesuai dengan aturan, tidak ada seperti yang dituduhkan seperti isu yang beredar luas,” bantahnya saat dimintai konfirmasi media ini via telfon.

Adapun perihal laporan yang disampaikan oleh anggota DPRD dari fraksi Demokrat ke gedung merah putih Rasuna Said di Jakarta tersebut dirinya bersedia dan kooperatif jika memang dipanggil oleh KPK.

“Saya siap untuk memberikan keterangan jika memang saya dipanggil oleh KPK,” tegasnya. (Iba/Df)