Dikritik tarif tiket masuk, Mori Hanafi: jika dianggap mahal bisa nonton live streaming secara gratis

Ketua Umum PSSI NTB Mori Hanafi yang juga Wakil Ketua DPRD NTB (Ist)

Mataram (Detikntbcom) – Ketua Asprov PSSI NTB Mori Hanafi menanggapi kritik chairman Lombok FC Haji Bambang Kristiono (HBK) ihwal penggunaan tiket gelaran Liga 3 Bank NTB Syariah Asprov PSSI NTB Yang dibuka pada Sabtu sore tadi.

Sebelumnya, Asprov PSSI NTB telah membuat aturan soal tiket liga 3 yakni kelas VIP dijual dengan harga Rp 500.000,- dan tiket untuk kelas biasa dijual dengan harga Rp 15.000,- untuk setiap pertandingan.

Menurut Mori Hanafi, publik perlu mengetahui skema dan dasar diambilnya kebijakan tersebut.

Untuk tiket VIP seharga Rp 500 ribu, tidak dijual untuk sekali pertandingan, melainkan untuk 100 hari pertandingam.

“Pertama tiket 500 ribu itu untuk 100 hari pertandingan, bukan untuk 1 kali nonton. Jadi kalau dibagi perhari hanya 5 ribu,” terang Mori.

Sebelum gelaran Liga 3 dimulai, pihaknya telah mempersiapkan venue GOR 17 Desember agar nyaman ditempati, oleh pemain dan penonton.

“Sudah duduk di bangku bagus. Tidak duduk di bawah. Itung-itung biaya ini untuk sewa bangku itu juga,” tandasnya.

Sementara itu, untuk tiket reguler seharga Rp15 ribu, Mori Hanafi menyebut bahwa angka tersebut tidak lebih besar dari biaya parkir masuk Epicentrum.

Diakuinya, pemasukan dari tiket tersebut juga untuk mengganti biaya operasional pertandingan yang tidak sedikit.

“Bayar Rp15 ribu ini hanya sekedar pengganti biaya-biaya operasional setiap pertandingan yang memang tidak sedikit. Bayar Rp15 ribu ini cuma hampir sama dengan bayar parkir di Epicentrum,” anggota DPRD Partai Gerindra NTB itu.

Lebih jauh ia menjelaskan, apabila angka 15 ribu ini masih dirasa berat, maka Asprov PSSI NTB sudah bekerja sama dengan Lombok TV untuk siaran langsung dan bisa di acces di youtube secara gratis.

“Ini juga terobosan Asprov berkerja sama dengan Lombok TV untuk memudahkan para suporter menonton,” katanya.

Ketua KONI NTB ini menjelaskan bahwa pemberlakuan tiket untuk event Liga 3 telah pihaknya sosialisasikan saat technical meeting dengan semua pengurus klub liga 3 termasuk Lombok FC.

Saat itu, kata Mori tidak ada protes yang disampaikan pihak klub.

“Dalam technical meeting, manajer meeting yang juga dihadiri oleh pihak LFC kita sudah sampaikan masalah penjualan tiket ini. Dan masing-masing club sudah kita jatahkan 20 orang per-pertandingan. Dan semua setuju,” ujarnya.

“Lucunya setiap manajer meeting ada perwakilan LFC dan tidak pernah melakukan bantahan atau protes,” imbuhnya.

Alasan kedua, kata Mori yaknu PSSI saat ini sedang menumbuhkan industri sepakbola ke arah yang jauh lebih baik.

“Kenapa cukup mahal, karena kita sedang mengejar standar nasional,” paparnya. (Iba)