Baihaqi Siap Majukan Sepak Bola NTB dengan Pembenahan Ekosistem Pembinaan

Ketua KNPI NTB Baihaqi didampingi Bendaharanya Nurbaya dan pengurus saat konferensi pers usai pelantikan, Rabu 3 Agustus 2022 di Mataram.
Ketua KNPI NTB Baihaqi didampingi Bendaharanya Nurbaya dan pengurus saat konferensi pers usai pelantikan, Rabu 3 Agustus 2022 di Mataram.

Detikntbcom – Menjelang Konferensi Daerah Asprov PSSI NTB yang akan digelar pada 22 November mendatang, satu nama mulai mencuat sebagai kandidat kuat Ketua Umum Asprov yaitu Baihaqi, Pembina Klub Fatahillah Mataram itu diyakini banyak pihak memiliki visi dan energi baru untuk mendorong sepak bola Nusa Tenggara Barat semakin maju dan kompetitif.

Ditemui di kantornya, Selasa, 18 November, Baihaqi menegaskan dirinya siap maju. “Saya maju untuk membawa perubahan di Asprov PSSI NTB dengan konsep program kerja yang sudah saya siapkan,” ujarnya.

Baihaqi mengakui, dorongan untuk maju tidak lepas dari kecintaannya pada dunia sepak bola NTB. Ia melihat masih ada jarak antara potensi daerah dengan capaian prestasi yang dihasilkan. Padahal, kata Baihaqi, NTB tidak kekurangan talenta muda.

“NTB ini bukan tanpa potensi. Kita sudah sering melahirkan pemain muda berbakat yang tampil di level nasional. Tapi tanpa sistem pembinaan yang konsisten, prestasi sulit naik ke level berikutnya,” tegasnya.

Menurutnya, peran Asprov PSSI NTB bersama pemerintah daerah harus diperkuat untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih modern dan profesional.

Meski memiliki banyak pemain muda potensial, Baihaqi menilai belum ada yang mampu menembus kompetisi level tertinggi. “Ini artinya ada masalah yang menghambat. Dan saya paham di mana masalahnya,” ujarnya.

Ketua KNPI NTB itu belum ingin mengungkap detail arah program kerjanya. Ia menegaskan, semua akan dipaparkan setelah dirinya resmi ditetapkan sebagai ketua Asprov PSSI NTB. Namun ia memberi gambaran bahwa pembenahan ekosistem menjadi fokus utama.

“Sesuatu itu hanya bisa berkembang dalam ekosistem yang baik. Unsur ekosistem ini apa saja? Nanti saja,” katanya sambil tersenyum.

Saat ini, Baihaqi memilih fokus pada upaya memenangkan dukungan dari anggota Asprov. Ia mengaku optimistis karena mendapat respons positif dari berbagai klub anggota di Lombok hingga Pulau Sumbawa.

“Saya sudah bertemu dengan banyak pengelola klub anggota Asprov. Insyaallah mereka memberikan dukungan,” ujarnya.

Dari berbagai pertemuan itu, ia menangkap aspirasi kuat terkait pentingnya pembinaan usia dini melalui SSB yang terstandar, penyelenggaraan kompetisi pelajar, serta liga antar-klub yang rutin setiap tahun. Selain itu, kolaborasi dengan dunia usaha dan BUMD juga dinilai penting guna memastikan dukungan berkelanjutan bagi pengembangan sepak bola NTB.

Dengan perencanaan matang dan dukungan anggaran yang memadai, Baihaqi optimistis NTB dapat menjadi daerah penyumbang pemain-pemain berkualitas bagi sepak bola nasional.

“Sepak bola daerah bukan sekadar olahraga, tapi kebanggaan dan simbol kemajuan generasi muda NTB. Kita ingin menghadirkan kebanggaan itu. Apalagi salah satu prioritas Pak Gubernur adalah sport tourism,” katanya.

Menurutnya, sepak bola bisa menjadi daya tarik pariwisata baru. “Kalau NTB punya klub yang bermain di Liga 1, bisa kita bayangkan setiap akhir pekan daerah kita akan kebanjiran pengunjung. Belum lagi jika kita mampu menggelar turnamen regional Asia atau ASEAN,” tutup Baihaqi. (Iba)