Tak lama lagi ditetapkan tersangka, Polda NTB naikan kasus Fihiruddin ke tahap penyidikan

Ilustrasi pelanggaran UU ITE. (Istimewa)

Mataram (Detikntbcom) – Direktur LOGIS M Fihiruddin tak lama lagi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang dilaporkan lembaga DPRD NTB diwakili oleh ketuanya Baiq Isvie Rupaeda baru-baru ini.

Hal itu terlihat dari statusnya dinaikkan ke tingkat penyidikan oleh penyidik Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB.

“Sudah dinaikan ke tahap penyidikan, terima kasih,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol Nasrun Pasaribu seperti dilansir media lokal di NTB pada, Senin 5 Desember 2022.

Masih kata Nasrun, kasus itu dinaikan ke tahap penyidikan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Meski demikian, terhadap terlapor yang juga kader partai Demokrat ini masih dilakukan pendalaman sehingga belum ditetapkan tersangka.

“Belum ditetapkam tersangka, masih tahap pemeriksaan,” ucapnya.

Keterangan tersebut juga ditegaskan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, disampaikan Artanto kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan. “Kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan,” katanya singkat.

Diketahui, kasus tersebut mencuat lantaran terlapor Fihir, menuduh sejumlah anggota DPRD NTB positif menggunakan narkotika jenis sabu saat kunjungan kerja ke luar daerah. Sehingga dari pernyataannya di group Whatsapp tersebut, pimpinan DPRD NTB melapor ke APH (Kepolisian).

Diberitakan sebelumnya, perseteruan Fihir melawan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memanas.

Pimpinan legislatif NTB mengambil langkah hukum dengan melapor ke Polda NTB pada Selasa 18 Oktober 2022. Sebelum laporan itu dilayangkan setelah memberikan somasi kepada Dir Logis M. Fihiruddin.

Pelaporan terhadap kader Partai Demokrat itu dengan dugaan pencemaran nama baik dan disangkakan melanggar UU ITE. (Iba/Ist)