Langkah Tegas Wali Kota Bima Berantas Tempat Maksiat Diapresiasi HMI Badko Balinusra

Ketua Umum HMI MPO Badko Bali Nusra Abdul Halik. (Iba/DetikNTBCom)
Ketua Umum HMI MPO Badko Bali Nusra Abdul Halik. (Iba/DetikNTBCom)

Detikntbcom – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Bali-Nusa Tenggara (BADKO BALINUSRA) menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah tegas Wali Kota Bima Arahman Abidin dalam menertibkan sejumlah tempat maksiat serta memberantas peredaran minuman keras (miras) dan narkotika di wilayah Kota Bima.

Ketua HMI BADKO BALINUSRA, Abdul Halik, menilai bahwa langkah tersebut merupakan bentuk keberanian dan komitmen moral kepala daerah untuk menjaga ketertiban dan kehormatan sosial masyarakat.

“Kami mendukung dan memberikan apresiasi terhadap komitmen Wali Kota Bima dalam menertibkan tempat-tempat maksiat yang ada di Kota Bima. Ketegasan beliau dalam memberantas miras dan narkotika harus dijemput oleh semua pihak, terutama aparat penegak hukum (APH),” ujar Halik kepada media ini, Kamis 17 Oktober 2025 di Mataram.

Ia menegaskan bahwa maraknya kasus kekerasan, perampokan, hingga pembunuhan di wilayah hukum Kota Bima selama ini tidak lepas dari dampak negatif peredaran miras dan narkotika.

“Langkah ini selaras dengan perjuangan HMI, yaitu turut bertanggung jawab atas terwujudnya tatanan sosial yang diridai oleh Allah SWT. Kami akan terus mendukung dan membersamai setiap kebijakan yang bermuara pada kepentingan rakyat banyak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Halik berharap langkah tegas Wali Kota Bima dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kepala daerah seperti Wali Kota Bima harus menjadi teladan bagi daerah lain agar tatanan sosial di masyarakat menjadi kondusif dan aman,” tambahnya.

Halik juga menekankan pentingnya menutup dan menertibkan tempat-tempat maksiat yang diduga merusak moral masyarakat.

“Tempat maksiat yang merusak akhlak dan moral masyarakat harus digusur agar tatanan sosial dijauhkan dari hal-hal negatif dan merugikan,” ujarnya.

Menurutnya, tanggung jawab moral terhadap daerah dan generasi mendatang merupakan hal yang sangat penting.

“Jangan sampai Kota Bima dikenal sebagai tempat maksiat. Itu jelas melenceng dari visi dan misi perjuangan Kota Bima yang bermartabat,” pungkas Halik. (Iba)