NTB Catat Lonjakan Produksi Padi 16,85%, Perkuat Fondasi Swasembada Pangan Nasional

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri saat panen raya padi. (Iba)
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri saat panen raya padi. (Iba)

Detikntbcom – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses mencatatkan tren positif dalam sektor pertanian di tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, produksi padi di Bumi Gora mengalami kenaikan signifikan, mempertegas komitmen daerah dalam mendukung visi Presiden RI untuk mengembalikan kejayaan swasembada pangan nasional.

Kepala Dinas Kominfotik sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi kolektif antara pemerintah dan petani. Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi NTB tahun 2025 menembus angka 1.698.283 ton Gabah Kering Giling (GKG).

“Angka ini meningkat tajam sebesar 16,85% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 1.453.408 ton GKG,” ujar Dr. Aka, sapaan akrabnya, dalam keterangan resmi bersama Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Eva Dewiyani.

Kenaikan Produktivitas dan Luas Panen

Peningkatan produksi ini dipicu oleh dua faktor utama: perluasan areal tanam dan efisiensi lahan. Luas panen di NTB melonjak dari 281.718 hektare pada 2024 menjadi 322.927 hektare di tahun 2025. Sejalan dengan itu, produktivitas rata-rata juga naik dari 51,59 kuintal/hektare menjadi 52,59 kuintal/hektare.

Berikut adalah rincian capaian produksi di sejumlah kabupaten/kota di NTB:

Kabupaten/Kota Luas Panen (Ha) Produksi (Ton GKG) Produktivitas (Ku/Ha)
Lombok Tengah 78.639 421.941 53,66
Sumbawa 74.736 398.864 53,37
Lombok Timur 45.387 243.474 53,64
Kabupaten Bima 42.845 208.018 48,55
Dompu 30.448 151.335 49,70
Lombok Barat 25.488 135.678 53,23

Catatan: Kota Mataram mencatatkan produktivitas tertinggi mencapai 64,78 Ku/Ha, disusul Lombok Utara dengan 60,19 Ku/Ha.

Strategi dan Program Pro-Rakyat

Dr. Aka menjelaskan bahwa keberhasilan ini ditopang oleh berbagai program strategis, termasuk optimasi lahan seluas 10.574 hektare, penggunaan benih unggul bersertifikat, dan penyaluran pupuk subsidi yang tepat sasaran. Selain itu, kebijakan penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) menjadi Rp6.500/kg di tingkat petani turut menjaga gairah produksi di lapangan.

“Kolaborasi lintas sektor antara Pemprov, Pemkab/Pemkot, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci optimisme kami menuju penguatan swasembada 2026,” tambahnya.

Menatap Tahun 2026

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Hj. Eva Dewiyani, menegaskan bahwa Pemprov NTB tidak akan berpuas diri. Memasuki tahun 2026, pihaknya akan terus menggerakkan seluruh potensi daerah melalui intensifikasi lahan dan program strategis lainnya.

“Kami optimistis dapat menjaga tren positif ini. NTB siap memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan cita-cita nasional menuju kebangkitan swasembada pangan Indonesia,” pungkas Eva.