Detikntbcom – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat undangan resmi ke Australia untuk mempromosikan wastra Lombok di panggung internasional. Undangan tersebut disampaikan oleh Art Galley of South Australia (AGSA) dalam rangka peluncuran buku Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok & Bali yang akan digelar pada Juni 2026 di Adelaide.
Kepala Museum Negeri Ahmad Nuralam, mengungkapkan bahwa Gubernur NTB yang akrab disapa Mamiq Iqbal diundang secara khusus untuk menjadi keynote speaker pada agenda peluncuran buku sekaligus pameran bersama antara AGSA dan Museum Negeri NTB di Kota Adelaide.
“Undangan tersebut ditujukan langsung kepada Gubernur NTB karena beliau turut memberikan kata sambutan dalam buku ini. Ini merupakan pengakuan internasional atas peran aktif Pemerintah Provinsi NTB dalam diplomasi kebudayaan,” ujar Ahmad Nuralam kepada wartawan, Rabu 25 Febru2026 di Mataram.
Peluncuran buku ini akan dirangkaikan dengan pameran wastra Lombok dan Bali sebagai hasil kolaborasi budaya Indonesia–Australia. Buku tersebut disponsori oleh kolektor asal Australia, Michael Abbott, dan turut memuat sambutan dari Fadli Zon Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.
Ahmad Nuralam menegaskan, terbitnya buku ini menjadi bukti nyata bahwa diplomasi budaya yang dibangun Pemerintah Provinsi NTB mendapat respons positif dari komunitas internasional.
“Pameran bersama dan peluncuran buku ini memberikan manfaat besar bagi kebudayaan NTB, khususnya wastra Lombok. Ini memperkuat posisi Lombok sebagai pusat kebudayaan tekstil tradisional di tingkat global,” katanya.
Ia juga menyampaikan telah menerima konfirmasi langsung dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyambut baik inisiatif Pemerintah NTB dan menyatakan kesediaannya memberikan kata sambutan dalam buku tersebut.
Buku Wastra Lombok Akan Diluncurkan di Australia
Buku Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok & Bali diperkirakan setebal sekitar 500 halaman dan memuat tulisan dari sejumlah penulis lokal, antara lain Khaerul Anwar, Bunyamin, Salsabila Luqyana, Ahmad Sugeng, serta penulis lainnya. Buku ini mengulas secara mendalam kekayaan wastra Lombok, mulai dari corak, warna, benang, hingga bahan yang digunakan dalam kain tradisional seperti songket dan limpot umbaq.
Pamong Budaya Ahli Pertama Museum Negeri NTB, Salsabila Luqyana, mengaku bangga dapat terlibat dalam penyusunan buku tersebut.
“Saya merasa sangat terhormat menjadi bagian dari buku ini. Ini bukan sekadar publikasi, tetapi bentuk tanggung jawab untuk mendokumentasikan dan merawat sejarah serta identitas budaya Lombok,” ujarnya.
Surat undangan dari AGSA kepada Gubernur NTB ditandatangani langsung oleh Direktur AGSA, Jason Smith, dan dikirimkan secara resmi melalui surat elektronik kepada Museum Negeri NTB.
Buku ini dieditori oleh James Bennett, Ph.D., seorang Indonesianis asal Australia yang dikenal memiliki keilmuan mendalam tentang peradaban Islam di Asia Tenggara.
Kehadiran buku ini diharapkan semakin memperkuat posisi wastra Lombok dan Bali dalam percaturan budaya internasional serta membuka peluang kerja sama kebudayaan yang lebih luas di masa depan. (Iba)












