Detikntbcom – Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, menyebut Pemerintah Kota Bima terus melakukan pembenahan di berbagai sektor pembangunan. Mulai dari infrastruktur, lingkungan, pendidikan, hingga peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Salah satu fokus yang kini digenjot Pemkot Bima adalah mewujudkan kota yang bersih dan tertata. Bahkan, Kota Bima tengah membidik penghargaan Kalpataru melalui penguatan program BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri) yang telah dicanangkan pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Feri Sofiyan saat menghadiri silaturahmi dan konsolidasi Partai Amanat Nasional (PAN) se-NTB yang dipimpin Ketua DPW PAN NTB Budi Santoso, Rabu (4/11/2026) malam, di Hotel Prime Plaza, Kota Mataram.
Menurut Feri, pembenahan Kota Bima dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga aspek sosial dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kejar Kalpataru, Program BISA Mulai Terlihat
Ketua PAN Kota Bima itu mengatakan, salah satu indikator pembenahan yang sedang dikejar adalah menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih, indah, dan nyaman bagi masyarakat.
Program BISA yang telah dicanangkan sejak awal pemerintahan kini mulai berjalan dan menunjukkan perubahan yang dapat dilihat langsung di sejumlah kawasan Kota Bima.
“Kalau soal pembangunan Kota Bima, tentunya berbagai bidang. Ada infrastruktur, pembangunan sosial, pendidikan, termasuk pembangunan fisik,” ujar Feri.
Ia menegaskan, pemerintah daerah saat ini juga tengah berupaya mengejar penghargaan Kalpataru sebagai salah satu bentuk pengakuan atas komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
“Kita sekarang ini sedang mengejar Kalpataru. Kota bersih dengan program BISA yang sudah kita canangkan dari awal itu berjalan semua. Bisa disaksikan secara kasat mata seperti apa kondisi daerah kami saat ini, baik dari aspek kebersihannya maupun taman-tamannya. Jadi, semuanya sedang berbenah,” ungkapnya.
Menurutnya, penataan lingkungan bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan bagian dari upaya menghadirkan wajah Kota Bima yang lebih baik sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Rumah Sakit Baru Mulai Layani Cuci Darah dan Jantung
Selain pembenahan lingkungan dan infrastruktur, Feri juga menyoroti peningkatan pelayanan kesehatan melalui rumah sakit baru yang kini mulai memperkuat layanan medis di Kota Bima.
Ia menyebut, tingkat pemanfaatan rumah sakit sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Faktor biaya, jarak, dan kualitas pelayanan menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam menentukan fasilitas kesehatan.
“Okupansi ini kan tergantung dari tingkat kebutuhan masyarakat. Kalau keinginan tentu sudah pasti. Karena masyarakat mencari yang paling murah, paling dekat, dan pelayanannya prima,” jelasnya.
Feri menilai, rumah sakit di Kota Bima kini mulai mampu bersaing dengan fasilitas kesehatan di daerah lain. Sejumlah layanan medis yang sebelumnya mengharuskan masyarakat berobat ke luar daerah, kini sudah dapat ditangani di Kota Bima.
Di antara layanan yang menjadi perhatian adalah penanganan penyakit jantung dan pelayanan cuci darah atau hemodialisis.
Pasien Tak Perlu Lagi ke Mataram untuk Cuci Darah
Feri mengatakan, kehadiran layanan cuci darah di Kota Bima menjadi salah satu kemajuan penting dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sebelumnya, pasien yang membutuhkan cuci darah harus dirujuk ke Mataram. Kondisi tersebut tidak hanya membebani pasien, tetapi juga keluarga yang harus mendampingi selama menjalani pengobatan.
Bahkan, satu pasien terkadang harus membawa tujuh hingga delapan anggota keluarga untuk mendampingi dan mengurus kebutuhan selama berada di Mataram.
“Selama ini kalau cuci darah harus dibawa ke Mataram. Satu orang yang sakit bisa tujuh sampai delapan keluarga yang harus menemani dan menginap di sini. Biayanya cukup mahal,” tuturnya.
Namun, dengan mulai beroperasinya layanan cuci darah di Kota Bima, masyarakat kini memiliki alternatif pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan terjangkau dari sisi biaya perjalanan maupun akomodasi.
“Nah, sekarang kami sudah mulai operasi. Masyarakat sudah tidak perlu lagi ke Mataram, tetapi cukup di daerah sendiri,” tegas Feri. (Iba)












