R-APBD NTB 2024 Fokus Pengendalian Inflasi, Kemiskinan, UMKM Hingga Pemilu

Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi menyerahkan dokumen KUA-PPAS R-APBD NTB 2024 kepada ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda didampingi Wakil Ketua Muzihir, Nauvar F Farinduan dan Yeg Agil, Selasa (14/11) siang.

DetikNTBCom – Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi menghadiri Rapat Paripurna DPRD terkait penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2024 di ruang rapat utama Gedung DPRD NTB, Selasa (14/11) siang.

Dalam sambutannya, Lalu Gita menyampaikan pemerintah Provinsi NTB terus berikhtiar untuk mempercepat proses peningkatan pertumbuhan pembangunan di segala sektor.

Baca juga: Penyerahan KUA PPAS APBD NTB 2024 Hujan Intrupsi, Paripurna Ditunda

Sebagaimana sambungnya arahan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah diminta untuk melakukan percepatan pengendalian inflasi, kemiskinan ekstrem, pengawalan pemilu dan Pemilukada.

“Kita akan memberikan perhatian khusus terhadap apa yang telah diperintahkan oleh pemerintah pusat tersebut untuk mengawal pelaksanaannya di daerah yang kita cintai,” jelasnya di hadapan rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda.

Baca juga: DPRD NTB Pesimis AMNT Setor Dana Bagi Hasil Rp278 Miliar ke Pemprov NTB

Selain itu, pemerintah daerah juga akan memfokuskan pada upaya peningkatan produktivitas masyarakat melalui misi bela dan beli produk UMKM lokal. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong penggunaan produk-produk lokal di NTB dengan harapan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta memberdayakan para pelaku UMKM di NTB.

“Implementasi dari kebijakan ini telah tertuang dalam kegiatan-kegiatan Jumat salam, Jumat Belondong dan lain sebagainya. Setiap Jumat kita ramai-ramai menyapa masyarakat dengan memberikan pencerahan pencerdasan terhadap berbagai program-program termasuk melakukan sosialisasi bagaimana menciptakan suasana pemilu yang damai di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Dalam rancangan KUA-PPAS APBD tahun 2024, merupakan tugas bersama untuk mengawal seluruh rangkaian perjalanan ini demi mewujudkan MTB yang terus maju melaju di masa yang akan datang.

“Demi melanjutkan kerja kerja kepemimpinan sebelumnya dan mempersiapkan lompatan-lompatan progresif kedepan hadir sebagai proses akselerasi yang tidak hanya sekedar menjaga momentum pembangunan tetapi bagaimana terus memacu akselerasi pembangunan ke depannya,” pungkasnya. (Red)