Opini  

Perbanyak tokoh Bima berkiprah bangun daerah

Penulis: Rektor UMMAT Dr. H. Arsyad Gani. (Dokumen Istimewa)

Oleh: Dr. Arsyad Gani*

Masalah di Bima saat ini begitu Kompleks. Baru-baru ini merebak anak muda gunakan ketapel dengan anak panah besi. Korbannya siapa saja, polanya diacak. Beberapa korban terkena.

Rasa-rasanya di daerah lain belum pernah terdengar model kriminal kayak gini. Menyasar orang tidak bersalah secara semabarangan tanpa perasaan sedih dan takut.

Kita juga dipaksa ngelus dada atas ocehan Pendeta Saifudin Ibrahim yang konon berasal dari Bima. Bima dikenal dengan cara-cara begini. Belum dikenal karena prestasinya.

Aktivitas yang berdemonstrasi, entah di daerah atau di pusat dari lima orang misalnya, empatnya itu mungkin anak-anak Bima. Begitu kompleks. Lima sampai sepuluh tahun mendatang arah Bima akan kelihatan dengan kondisi anak mudanya saat ini.

Ini tidak boleh dibiarkan. Sebagai bagian dari masyarakat Bima Saya merasa prihatin. Saya beranggapan tokoh Bima yang sudah punya nama harus lakukan sesuatu. Atau generasi Bima terbaik harus jadi tokoh yang selanjutnya dapat berkiprah untuk daerahnya.

Bagi saya tidak ada pentingnya membela tokoh Bima tertentu. Semisal ketika Mori Hanafi rencana diganti jadi pimpinan DPRD oleh partainya. Saya memang rada sedih. Keberadaan tokoh-tokoh formal begini diharapkan dapat menyelesaikan persoalan dan berjuang untuk pengembangan masyarakat Bima yang kompleks itu tadi. Secara formal tentunya.

Atau mendorong orang Bima maju menjadi pemimpin dibindang apa saja. Mungkin tidak ada yang kita dapat untuk itu secara langsung. Bima ini lagi ada persoalan, butuh banyak tokoh yang selesaikan.

Harapannya itu tadi. Setelah jadi tokoh bangun sesuatu untuk Bima. Entah bangun sekolah, bangun bisnis, bangun lembaga keuangan atau apapun itu.

Atau fasilitasi anak-anak Bima untuk dapat pekerjaan, dapat pendampingan untuk memiliki keahlian. Masyarakat Bima di luar yang sukses perlu kita identifikasi. Bahkan langsung kita sodorkan proposal pembangunan Bima.

Tapi saya terkadang Sedih. Ada banyak tokoh Bima kaliber nasional. Belum banyak yang secara kongkrit membangun Bima. Berbeda dengan tokoh-tokoh di daerah lain.

Ini coba saya ikhtiarkan. Perlu ada upaya mendorong tokoh-tokoh Bima. Sama bersinergi bangun Bima. Tidak saja datang dari pemerintah daerah, legislatif namun juga masyarakat secara luas.

Mudah-mudahan dengan banyak tokoh baru kaliber dan nasional dapat memperbaiki Bima Kedepan.

*Penulis adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT)

Editor: Ibrahim Bram Abdollah