Tanggapi isu pencucian uang, Rohmi akui anggaran program zero waste kecil

Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah usai menghadiri paripurna di DPRD NTB pada Kamis 19 Mei 2022 kemarin di Mataram.

Mataram (Detikntbcom) – Sorotan mengenai program prioritas Zul-Rohmi Zero Waste yang akhir-akhir ini dilontarkan wakil rakyat ditanggapi Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalillah ditemui usai paripurna agenda jawaban gubernur atas rekomendasi DPRD NTB pada Kamis 19 Mei 2022.

Wagub mengaku sebetulnya malas menanggapi sorotan wakil rakyat itu. Apalagi disebut memakan anggaran cukup besar.

“Saya malas bicara sebenarnya. Anggaran lingkungan (NTB) terlalu sedikit kalau bicara ideal. Hanya belasan Milyar. Dibandingkan Surabaya sampai ratusan Milyar. Kita dengan anggaran kecil begitu dibilang berlebihan,” kata Rohmi.

Baca juga:

Dewan NTB tuding program zero waste tempat pencucian uang, harap APH telusuri

Rohmi kemudian merincikan misalnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebun Kongok, kalau tidak dilakukan perluasan lahan (Land Fil) maka akan terjadi bencana. Sebab sampah yang ada di Kebon Kongok otu akumulasi sampah dari tahun ke tahun.

“Itulah yang dilakukan pembebasan lahan, itulah yang dibangun di situ (dengan anggaran Zero Waste),” terang politisi NasDem itu.

Kedua mengenai pembangunan Jalan Lemer Kecamatan Sekotong, Lombok Barat itu memang sengaja dipriorotaskan mengingat penting sebagai akses menuju pabrik pengelolaan limbah bahan beracun berbahaya (B3).

“Pabrik udah ada jalannya nggak ada. Makanya saya malas ngomong. Apa kita bongkar pabriknya,” katanya.

Wagub mengatakan NTB harusnya bersyukur kedapatan pabrik B3 dari pemerintah pusat. Pasalnya tidak semua provinsi mendapatkan program tersebut. “Hanya (provinsi) tertentu yang dapat,” paparnya.

Belum lagi ada tudingan pencucian uang pada program zero waste. Rohmi mengku heran dengan munculnya istilah tersebut.

“Saya juga bingung (disebut) dengan pencucian uang. Pencucian uang itu uang dipakai yang bersumber dari kejahatan,” paparnya.

Rohmi mengatakan kritikan yang dilontarkan dewan itu kemungkinan dikarenakan merek belum mendapatkan penjelasan yang komprehensif.

“Atau tidak ngecek segalanya dengan detail,” ujarnya.

Persoalan lain selain dukungan anggaran di Zero Waste ketersediaan SDM. Bayangkan, lanjutnya Satgas Zero Waste hanya berjumlah 13 orang dari idealnya 70 orang.

“Dari sisi SDM terbatas, anggaran terbatas. Kita sedang menjerit malah dibilang pencucian uang,” sesalnya.

Rohmi juga menanggapi sejumlah rekomendasi keras yang disampaikan anggota DPRD NTB tentang LKPJ Gubernur 2021 dimana diakuinya banyak kekurangan. Perjalanan menjalankan program 2021 apalagi ditimpa pandemi Covid-19 tidak semuanya berjalan mulus.

“Memang kita akui tidak semunya (berjalan) mulus banyak kekurangan segala macam,” ungkap Rohmi.

Rohmi mengatakan disetiap pembangunan tidak ada yang perpefek pelaksanaanya. Banyak aspek yang mempengaruhi namun beruntungnya semua program itu bisa berjalan dengan baik meski dalam situasi pandemi. Bahkan Wagub menyebutkan bahwa prestasi yang luar biasa diraih NTB di triwulan I ini. Pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 7 persen.

“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi kita tertinggi 2022 triwulan pertama lebih dari 7 persen. Ini triger yang harus disyukuri,” terangnya. (Iba)