Ketua KNPI Kota Bima di tangan aktivis, bersatunya DPD II dan rontoknya kebiasaan lama

Ketua DPD II KNPI Kota Bima terpilih periode 2022-2024 Julchijjah Djuwaid. (Istimewa)

Oleh : Abraham Repo*

KNPI umumnya dijuluki sebagai wadah dari perkumpulan yang wajib dinahkodai oleh mereka yang mapan secara ekonomi, yang juga garis keturunannya dari kaum berada. Inilah yang kemudian menandai adanya pemahaman bahwa berKNPI harus diisi oleh mereka yang berduit dan senang berfoya-foya.

Maka tak heran, pada proses pemilihan atau pergantian ketua umum, dari tahun ke tahun, pemuda lebih banyak terkontaminasi pada urusan “keuntungan” ketimbang gagasan.

Dalam kesejarahannya, wadah ini sering juga digiring untuk menjadi penyedia jalur khusus bagi mereka yang ingin menaikan popularitas. Artinya, menjadi ketua KNPI sama halnya dengan membeli satu tiket untuk masuk di arena yang lebih besar. Ini sebanding dengan jumlah yang dihabiskan.

Saat ini wajah KNPI kemudian berubah, tak seperti sebelumnya. KNPI kini dinahkodai aktivis biasa. Ini merupakan barang baru bagi perjalanan KNPI di level daerah. Karena bagi mereka yang terbiasa ber-KNPI dengan menukar dukungan dengan keuntungan, hari ini tak lagi mendapat tempat. Ini jelas menjadi kerugian terbesar bagi mereka yang terbiasa hitung-hitungan.

Sebagian bersyukur, sebagiannya lagi berduka. Terlepas dari itu semua, kompleksitas masalah di KNPI masih cukup banyak yang perlu diuraikan.

Akhir Dari Dualisme

Musda penyatuan KNPI antara Mutmainnah dan Muhsin sepekan lalu telah melahirkan kepemimpinan baru yang dinahkodai oleh Zulchijjah. Musda penyatuan ini juga sekaligus menggugurkan kepemimpinan Hanif yang garis perkumpulannya adalah turunan dari Muhsin.

Namun tak bisa dipungkiri, fenomena dualisme lainnya pasti bakal muncul kembali, cepat atau lambat. Tapi ini tidak boleh membuat pemuda kemudian terbelah dua. Sebab dinamika seperti ini sudah mendarah daging. Saling klaim paling sah juga merupakan perdebatan yang biasa, yang tentu tak bisa dihindari. Itu adalah selimut dari perjalanan kepemudaan menuju kematangan diri masing-masing.

Kongkritnya, KNPI telah mengadakan Musda penyatuan dan terpilihlah Zulchijjah. Itu yang paling terpenting!!

Menyoal LPJ Musda

Problem terberat Musda penyatuan kemarin adalah soal LPJ ketua Domisioner. Perdebatan pemuda kurang lebih, banyak berputar soal itu. Karena begitu alotnya perdebatan, DPD KNPI I kemudian mengambil alih soal itu kemudian dilanjutkan ke pemilihan ketua umum baru.

Dari rentetan peristiwa tersebut dapat disimpulkan bahwa Musda KNPI sudah berjalan sesuai dengan koridornya. Jadi tidak ada yang dilanggar.

Soal masih adanya protes, itu adalah dinamika kepemudaan dan nanti akan berakhir dengan sendirinya. Dan itu ranahnya ketua umum terpilih.

Profil Ketua Terpilih

Zulchijjah adalah kader HMI Cabang Jakarta, orang tuanya Muhammadiyah tulen. Dia mendapat gelar sarjana ilmu komunikasi dan magister ilmu politik di Universitas Nasional Jakarta. Orang tuanya berdarah Ngali, namun dia lahir dan besar di Kota Bima. Istrinya orang Sape yang juga merupakan kader HMI.

Namun dia tak pernah terlihat sebagai orang HMI atau orang yang berdarah Muhammadiyah. Dia sepertinya lebih menyukai terlihat sebagai orang yang biasa. Yang lebih menyukai terbuka dengan semua organisasi yang ada. Tak heran dia juga dekat dengan beragam organisasi yang ada.

Keunikan ketua umum terpilih hari ini adalah dia tidak teridentifikasi sebagai kelompok manapun, karenanya dia menjadi bebas dan dapat diterima di kelompok manapun.

Visi Ketua Terpilih

Beberapa kesempatan, saya sering berdiskusi soal visi ketua terpilih. Tangkapan saya menilai bahwa dia lebih tertarik dengan gagasan pemberdayaan pemuda. Dialog-dialog yang biasanya menjadi program utama kepemudaan tampaknya tidak begitu membuat dia tertarik.

Maksud dari visinya ini saya lihat selaras dengan program utama DPP KNPI, yaitu Active Preneur. Yang dimana KNPI akan menjadi wadah penyalur bagi aktivis untuk pengembangan potensinya dibidang ekonomi kreatif. Karena pada prinsipnya kemandirian pemuda berimplikasi terhadap kemakmuran daerah dan kemajuan bangsa.

Catatan Penutup

Akhir dari tulisan ini, saya sangat berharap, kepada teman-teman pemuda yang lainnya, kepada Ketua Umum terpilih, saudara zulchijjah, semoga dapat menjadi ikon perubahan untuk kemajuan pemuda.

*Penulis adalah Pengurus Bardam Nusra dan Kader HMI cabang Bima

Editor: Ibrahim Bram A