DetikNTBCom – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Hasan Basri meminta jajaran Bawaslu daerah Kabupaten Kota hingga tingkat ad hoc (sementara) membuat laporan mingguan hasil kerja teknis kelembagaan seperti hasil pengawasan pemilu.
Menurut Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Hasan Basri, perlu ada laporan dari Panitia Pengawas (Panwas) tingkat bawah yang kemudian secara berjenjang menjadi laporan mingguan.
“Meminta mempublis, mensyiarkan hasil pengawasan, hasil pencegahan dan penanganan pelanggaran tahapan dan proses kampanye,” katanya saat membuka acara rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan pelatihan saksi peserta pemilu yang diikuti bawaslu Kabupaten kota di NTB yang digelar di hotel Montana Senggigi, Rabu 20 Desember 2023.
Sehingga sambungnya, kinerja yang dilakukan oleh Bawaslu dilihat oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.
“Agar publik itu tahu apa yang dikerjakan Bawaslu pada tahap kampanye dan tidak boleh parsial, jadi tolong yah. Mempublis hasil pengawasan kita, terhadap proses pengawasan, pencegahan dan penanganan pelanggaran pada saat kampanye,” ajaknya.
Pada kesempatan tersebut juga, Hasan Basri meminta seluruh jajaran pengawasan pemilu bekerja secara bersungguh-sungguh dengan saling bergotong-royong satu bagian atau divisi dengan bagian maupun divisi lainnya.
Terkait rilis publikasi, kata Hasan Basri, sangat sederhana, cukup pastikan dapat angkanya, selanjutnya diskusikan dengan tim humasnya untuk menyusun kalimat yang bagus, dan dengan siapa kita harus berkomunikasi untuk di publikasikan atau Syiarkan hasil pengawasan kita selama satu minggu. “Soal angka, nggak usah ditutup tutupi, apa juga manfaat nya,”sebutnya.
Mantan Ketua Bawaslu Kota Mataram juga menegaskan, agar anggota Bawaslu bisa benar-benar memahami soal regulasi khusunya selain soal saksi yakni soal kampanye sehingga seluruh hasil kerja, hasil pengawasan, hasil pencegahan , hasil penanganan pada saat kampanye semua level pimpinan harus tahu.
Selain itu, Hasan Basri menekankan, pengelolaan media untuk publikasi sangat penting, mengingat banyaknya tahapan Pemilu yang diawasi oleh Bawaslu.
“Setiap tahapan Pemilu, memiliki peran yang krusial, sehingga informasi terkait tidak boleh terlewatkan dan keterlibatan publik harus dipastikan, tidak hanya melalui media lokal, provinsi bila pelru tingkat Nasional,” pintanya.
Ia juga menambahkan, ketepatan dalam pengelolaan media sosial dan peningkatan kompetensi di jajaran sangatlah penting.
“Ini adalah upaya untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan masyarakat, sehingga mereka dapat memahami bagaimana Bawaslu bekerja,” jelasnya. (Iba)












