Badai NTB Resmi Ditahan, Penasehat Hukum Upayakan Penangguhan Penahanan

Ketua PW SEMMI NTB Uswatun Hasanah yang juga dikenal Badai NTB. (Istimewa)
Ketua PW SEMMI NTB Uswatun Hasanah yang juga dikenal Badai NTB. (Istimewa)

Detikntbcom – Uswatun Hasanah alias Badai NTB resmi ditahan oleh penyidik Polres Bima Kota dititip di rumah tahanan Polsek Rasanae Barat, Kamis 17 April 2025 sore hingga 20 hari ke depan atas kasus penganiyaan dan pengrusakan.

“Iya sudah ditahan 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini,” kata penasehat hukum Badai NTB, Mahdin Jr, dihubungi media ini melalui sambungan  telfon.

Baca jugaResmi Ditetapkan Tersangka, Badai NTB: Saya Merindukan Penjara, di Penjara Saya Bisa Menulis Banyak

Kata Mahdin, sebetulnya tidak ada urgensi kliennya untuk ditahan, sebab semua barang bukti terhadap tindak pidananya sudah disita semua oleh penyidik. “Sebetulnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan terhadap kilen saya. Sangat kooperatif  termasuk tidak pernah mangkir dari panggilan penyidik,” bebernya.

Dengan ditahannya Badai NTB tentu kata Mahdin tetap akan diupayakan penangguhan penahanan meski pun kliennya menolak hal itu. “Tentu itu adalah hak tersangka melalui PH-nya. Namun kami tetap mengupayakan penangguhan penahanan. Kita akan upayakan segala hal untuk keringanan klien kami,” katanya.

Badai NTB menurut Mahdin, adalah pemantik perlawanan terhadap peredaran narkotika yang diduga merajalela di NTB khususnya wilayah Bima, Dompu dan Kota Bima.

“Pesan dari Badai meskipun Badai di dalam tahanan namun gelora perlawanan harus terus dimasifkan oleh masyarakat,” tegas Mahdin.

Diketahui, Badai NTB merupakan perempuan berani dan gencar melawan peredaran narkotika yang ada di NTB termasuk melawan oknum polisi yang terlibat di dalamnya akhir-akhir ini.

Sejumlah oknum polisi di wilayah Polres Bima Kota, Bima Kabupaten dan Dompu bahkan diposting terang-terangan oleh dirinya melaui akun media sosial facebooknya.

Namun, perjuangan mantan Ketua Umum PW SEMMI NTB itu kandas karena diduga melakukan  penganiyaan dan pengrusakan terhadap temannya. (Iba)