Detikntbcom – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB terus memperkuat upaya perlindungan bagi para pekerja di wilayahnya. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Peningkatan Cakupan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Selasa malam (30/07/2025) di Hotel Lombok Astoria, Mataram.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D, sebagai wujud sinergi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi semua kelompok pekerja, baik penerima upah maupun non-upah.
Lebih dari 100 peserta dari berbagai sektor hadir dalam kegiatan ini, termasuk petani, nelayan, pelaku UMKM, pengrajin, OPD terkait, hingga pelaku industri di NTB. Antusiasme peserta mencerminkan semangat bersama untuk menjadikan perlindungan tenaga kerja sebagai bagian penting dari pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.
Plt. Kepala Disnakertrans NTB, Baiq Nelly Yuniarti dalam sambutan pembukanya menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Ketenagakerjaan terhadap NTB.
“Alhamdulillah, malam ini kami menerima langsung kunjungan Pak Menteri. Ini sangat membesarkan hati kami. Apalagi dengan tiga kegiatan besar yang digelar di tiga hotel berbeda sekaligus, jelas menggerakkan ekonomi lokal dan memberi energi baru bagi NTB,” ungkapnya.
Bu Nelly juga mengungkapkan bahwa dari total 1,8 juta angkatan kerja di NTB, baru sekitar 36% yang telah tercakup dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Artinya, masih banyak pekerja terutama di sektor informal yang belum terlindungi.
“Kami sudah mulai bergerak. Rapat koordinasi telah digelar bersama Sekda, BPJS Ketenagakerjaan, dan pemerintah kabupaten/kota. Kami ingin memastikan kelompok rentan seperti guru madrasah, pekerja informal, dan mereka yang bergaji di bawah UMR juga bisa mendapat perlindungan,” tegasnya.
Dalam arahannya, Menteri Yassierli menekankan bahwa jaminan sosial merupakan amanat konstitusi dan bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya.
“Bayangkan, satu musibah saja bisa membuat satu keluarga jatuh miskin. Itu sebabnya jaminan sosial bukan sekadar program, tapi kebutuhan dan kewajiban,” ujar Menteri dengan nada penuh empati.
Ia juga membandingkan skema jaminan sosial di Indonesia yang relatif terjangkau dibandingkan negara-negara maju, namun tantangan terbesar justru terletak pada literasi dan kesadaran masyarakat.
“Produk-produk NTB luar biasa, pekerjanya kreatif dan inovatif. Tapi perlindungan sosial masih belum merata. Ini pekerjaan rumah kita bersama,” tambahnya.
Sebagai penegasan komitmen, acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis manfaat program BPJS Ketenagakerjaan kepada empat ahli waris dari peserta yang telah wafat. Momen haru ini menjadi bukti bahwa program jaminan sosial benar-benar hadir saat masyarakat membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, Disnakertrans NTB bersama seluruh mitra kerja berharap dapat mempercepat pencapaian target kepesertaan nasional jaminan sosial, bukan semata demi angka, melainkan demi perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja NTB agar mereka dihargai, terlindungi, dan dimanusiakan. (Iba)












