Pordasi Siapkan NTB Jadi Lumbung Atlet Berkuda Memanah, Joki Cilik Bakal Dilatih

Ketua Umum PP PORDASI Berkuda Memanah Triwatty Marciano didampingi Ketua Pordasi NTB Syamsuddin Magenda usai melantik pengurus Pordasi Berkuda Memanah NTB. (Iba)
Ketua Umum PP PORDASI Berkuda Memanah Triwatty Marciano didampingi Ketua Pordasi NTB Syamsuddin Magenda usai melantik pengurus Pordasi Berkuda Memanah NTB. (Iba)

Detikntbcom – Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi Berkuda Memanah Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dilantik di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (20/6/2026). Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman, Ketua KONI NTB sekaligus Anggota DPR RI Mori Hanafi serta jajaran pengurus olahraga dan pemerintah daerah.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pordasi Berkuda Memanah Triwatty Marciano menegaskan NTB memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat olahraga berkuda memanah nasional.

Menurutnya, kekuatan utama NTB terletak pada ketersediaan kuda lokal yang melimpah serta tradisi berkuda yang telah mengakar di masyarakat.

“Kita harus bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan daerah untuk menyiapkan sarana dan prasarana. Insya Allah besok kami akan melihat lokasi yang dibantu oleh Bupati Lombok Tengah sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028,” ujar Triwatty.

Ia mengatakan pembangunan fasilitas olahraga menjadi langkah awal yang harus dilakukan untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan. Setelah sarana tersedia, pembinaan akan diarahkan pada pengembangan atlet, kuda, hingga peningkatan kapasitas pelatih dan ofisial.

NTB Dinilai Punya Modal Lengkap

Menurut Triwatty, NTB memiliki modal yang sulit dimiliki daerah lain, yakni keberadaan kuda lokal yang berkualitas dan sumber daya atlet yang berasal dari tradisi pacuan kuda.

Ia melihat para joki cilik yang selama ini menjadi ikon pacuan kuda NTB berpotensi besar dikembangkan menjadi atlet berkuda memanah.

“Kalau atlet banyak di sini. Kita bisa kembangkan dari atlet-atlet joki cilik, kemudian dilatih kemampuan memanahnya. Kuda juga tersedia karena NTB merupakan salah satu gudang kuda. Ini menjadi modal yang sangat besar,” katanya.

Triwatty menambahkan, PP Pordasi saat ini tengah menjalankan program nasional untuk mengangkat nilai dan kualitas kuda-kuda daerah agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

“Program kami dari pusat adalah mengembangkan kuda-kuda yang ada di daerah. Sehingga nilai kuda lokal meningkat, peternak mendapatkan manfaat ekonomi, dan kuda-kuda daerah semakin dikenal, bukan hanya di NTB tetapi juga secara nasional,” ujarnya.

Kuda Lokal Akan Jadi Andalan PON

Lebih lanjut, Triwatty mengungkapkan komitmen Pordasi untuk memberi ruang lebih besar bagi kuda-kuda lokal dalam berbagai ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

Menurutnya, cabang olahraga pacuan kuda pada PON mendatang yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan lebih banyak mempertandingkan kelas-kelas yang menggunakan kuda daerah.

“Sejak empat tahun lalu saya berjanji ingin mengangkat kuda-kuda daerah. Untuk PON nanti, mayoritas kuda yang dipertandingkan adalah kuda daerah. Ini merupakan aspirasi dari daerah-daerah yang ingin kuda lokal mendapat kesempatan tampil di tingkat nasional,” katanya.

Kebijakan tersebut diyakini akan memberikan keuntungan besar bagi NTB yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra peternakan kuda nasional.

Dengan kombinasi antara kuda lokal, budaya berkuda yang kuat, serta keberadaan joki cilik yang berlimpah, Triwatty optimistis NTB dapat berkembang menjadi gudang atlet berkuda memanah Indonesia.

“Menurut saya, NTB sangat potensial menjadi salah satu gudang atlet berkuda memanah nasional. Modalnya sudah ada, tinggal pembinaan yang harus diperkuat,” tegasnya.

Syamsuddin Magenda Susun Langkah Strategis

Sementara itu, Ketua Pengprov Pordasi Berkuda Memanah NTB yang baru dilantik, Syamsuddin Magenda, menyatakan kepengurusan yang baru akan segera bergerak menyusun langkah strategis untuk membangun organisasi sekaligus memperkuat pembinaan atlet.

Menurutnya, pelantikan pengurus kabupaten/kota menjadi tahap awal dalam membangun tata kelola organisasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Yang pertama adalah bagaimana kita menata organisasi. Karena itu kami akan segera melantik pengurus kabupaten dan kota agar pembinaan bisa berjalan sampai ke daerah,” ujarnya.

Potensi Kuda Lokal Jadi Industri Olahraga

Syamsuddin menilai NTB memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri olahraga berbasis kuda lokal. Ke depan, daerah ini tidak hanya menjadi penghasil atlet, tetapi juga pusat pengembangan dan perdagangan kuda olahraga.

“NTB memiliki sumber daya kuda yang sangat besar. Harapan kami melalui olahraga berkuda memanah ini, NTB bisa menjadi sport industry. Ketika orang berbicara membeli kuda olahraga, maka NTB menjadi tujuan utama karena kita memiliki kuda-kuda lokal yang berkualitas,” katanya.

Mantan Joki Cilik Disiapkan Menjadi Atlet

Selain mengembangkan potensi kuda, pihaknya juga akan memaksimalkan pembinaan sumber daya manusia, khususnya mantan joki cilik yang selama ini tumbuh dalam tradisi pacuan kuda.

Menurutnya, kemampuan berkuda yang telah dimiliki para joki cilik menjadi modal dasar yang sangat kuat untuk dikembangkan menjadi atlet berkuda memanah.

“Kalau joki cilik itu hanya naik kuda saja sudah sangat terampil, bahkan bisa menari di atas kuda. Kalau mereka dibekali kemampuan memanah, tentu potensinya akan jauh lebih besar,” ujarnya.

Strategi tersebut diharapkan mampu membuka jalur pembinaan baru bagi para mantan joki cilik sekaligus menciptakan regenerasi atlet berkuda memanah NTB.

Pemetaan Atlet Diaspora dan Target Medali

Dalam rangka mengejar prestasi pada ajang olahraga nasional mendatang, Syamsuddin juga akan melakukan pendataan atlet potensial, termasuk atlet asal NTB yang saat ini berada di luar daerah.

Salah satu potensi yang akan dipetakan adalah putra-putri NTB yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Temboro, Jawa Timur, yang menjadikan berkuda memanah sebagai salah satu olahraga wajib.

Selain itu, pihaknya juga akan menelusuri atlet-atlet asal NTB yang telah berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami akan mendata seluruh potensi atlet NTB, termasuk yang berada di luar daerah. Ada atlet asal Lombok yang kini tinggal di luar NTB dan bahkan sudah meraih prestasi internasional. Kami ingin mengajak mereka bersama-sama membangun prestasi berkuda memanah NTB,” katanya. (Iba)