Porprov NTB 2026 Siap Digelar, KONI Bidik Talenta Terbaik untuk PON 2028

Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi usai menggelar Chef de Mission (CdM) Porprov NTB 2026 bersama KONI kabupaten/kota dan seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (20/6/2026).
Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi usai menggelar Chef de Mission (CdM) Porprov NTB 2026 bersama KONI kabupaten/kota dan seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (20/6/2026).

Detikntbcom – Ketua Umum KONI NTB, Mori Hanafi, menegaskan bahwa pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga daerah, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memetakan atlet-atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Menurut Mori, pelaksanaan Porprov kali ini mengalami peningkatan peserta yang cukup signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun 2023. Total peserta yang terlibat mencapai hampir 6.100 orang, terdiri atas sekitar 4.900 atlet dan lebih dari 1.000 official.

Porprov Jadi Panggung Awal Menuju PON 2028

Mori menjelaskan, peningkatan jumlah peserta tersebut merupakan bagian dari desain besar KONI NTB dalam mempersiapkan atlet menghadapi PON 2028.

“Porprov sekarang ini memang persiapan kita untuk PON 2028. Dari sisi pemetaan, atlet-atlet yang nantinya akan bertanding di PON sudah mulai bisa kita identifikasi melalui Porprov ini,” ujar Mori yang juga Anggota DPR RI Fraksi NasDem itu saat memimpin Rapat Pemantapan Chef de Mission (CdM) Porprov NTB 2026 bersama KONI kabupaten/kota dan seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (20/6/2026).

Ia menyebutkan, Porprov menjadi instrumen penting untuk melihat perkembangan pembinaan olahraga di seluruh kabupaten/kota sekaligus menjaring talenta terbaik yang akan dipersiapkan secara berjenjang menuju level nasional.

Persoalan Mutasi Atlet Disepakati

Dalam rapat tersebut, salah satu isu strategis yang dibahas adalah terkait status atlet yang telah lama bekerja dan menetap di NTB namun masih memiliki KTP daerah asal.

KONI NTB bersama seluruh peserta rapat sepakat memberikan ruang bagi atlet-atlet tersebut untuk tetap membela daerah tempat mereka beraktivitas.

“Sepanjang yang bersangkutan memiliki surat keterangan kerja, baik sebagai anggota TNI, Polri, pegawai swasta maupun profesi lainnya yang menunjukkan telah bekerja di NTB, maka itu bisa menjadi dasar bahwa yang bersangkutan dapat mewakili daerah di NTB,” jelasnya.

Keputusan tersebut diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga semangat kompetisi yang sehat menjelang pelaksanaan Porprov.

Kebutuhan Anggaran Minimal Rp13,5 Miliar

Di tengah berbagai kesiapan teknis yang terus dimatangkan, Mori mengakui tantangan terbesar saat ini adalah persoalan pendanaan.

KONI NTB memperkirakan kebutuhan minimal penyelenggaraan Porprov mencapai Rp13,5 miliar. Sementara anggaran yang tersedia dari APBD baru mencapai sekitar Rp8,8 miliar sehingga masih terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp5 miliar.

“Persoalan paling krusial saat ini adalah ketersediaan anggaran yang masih jauh dari memadai. Karena itu kami terus bekerja mencari sponsor agar kekurangan anggaran ini bisa ditutupi,” katanya.

Dari total kebutuhan tersebut, komponen terbesar berada pada sektor akomodasi yang mencapai lebih dari Rp6 miliar. Anggaran itu digunakan untuk menanggung kebutuhan atlet, official, serta sekitar 600 hakim, wasit dan juri selama pelaksanaan Porprov.

Aeromodelling Jadi Cabor dengan Kebutuhan Tertinggi

Selain akomodasi, anggaran besar juga dialokasikan untuk membantu penyelenggaraan cabang olahraga.

Mori mengungkapkan, salah satu cabang olahraga dengan kebutuhan biaya tertinggi adalah aeromodelling yang memerlukan anggaran hingga sekitar Rp800 juta.

Besarnya kebutuhan tersebut disebabkan biaya mobilisasi pesawat, perlengkapan pertandingan hingga kebutuhan teknis lainnya yang cukup tinggi.

Meski demikian, KONI NTB tetap berkomitmen mempertandingkan cabang tersebut karena memiliki nilai strategis menjelang PON 2028.

“Kita tidak mungkin mengabaikan aeromodelling karena aerosport akan dipertandingkan pada PON 2028 dan tuan rumahnya adalah NTB. Jadi ini harus mulai kita siapkan dari sekarang,” tegasnya.

Bidik Dukungan Sponsor dan Dunia Usaha

Untuk menutupi kekurangan anggaran, KONI NTB terus menjajaki dukungan sponsor dari berbagai pihak, termasuk perusahaan nasional maupun lokal yang beroperasi di NTB.

Mori berharap sejumlah perusahaan besar dapat kembali memberikan dukungan sebagaimana pada penyelenggaraan Porprov sebelumnya.

“Kami optimistis pelaksanaan Porprov tetap bisa berjalan dengan baik. Kami berharap dukungan sponsor dari perusahaan-perusahaan yang ada di NTB maupun nasional agar kekurangan anggaran ini bisa ditutupi,” ujarnya. (Iba)