Segera terwujud, jembatan Lewa Mori segera dibangun tahun 2022, anggaran fantastis

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB Ridwan Syah, Sabtu (4/9) di sela kunjungannya ke Sumbawa bersama Gubernur Zulkieflimansyah.

Sumbawa (Detikntbcom),- Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan dusun Kalaki Desa Panda Kecamatan Palibelo dengan Desa Daru Kecamatan Bolo Kabupaten Bima bakal segera terwujud.

Jembatan yang menjadi salah satu proyek strategis nasional yang gagal dibangun tahun 2018 hingga 2020 yang lalu ini, rencananya tahun 2022 bakal dibangun melalui anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN).

 

Ilustrasi jembatan Lewa Mori (Istimewa)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB Ridwan Syah mengungkapkan, besaran biaya untuk proyek jumbo tersebut senilai Rp500 miliar bahkan sudah dilakukan feasibility study (uji kelayakan).

“Panjangnya sekitar 400 meter. (Uji kelayakan) sudah selesai. Tinggal lelang dan dibangun dari APBN, mudah-mudahan uang APBN tidak direfocusing,” ungkapnya tegas saat ditemui di sela kunjungannya bersama Gubernur NTB Zulkieflimansyah di Sumbawa, Sabtu (4/9).

Pembangunan jembatan gantung tersebut dalam rangka memperpendek jarak dan juga sebagai akses utama dari kabupaten Bima ke Kota Bima. “Selain memperpendek jarak, juga akan menjadi tempat wisata baru,” bebernya.

Selain itu, sosok yang disapa Dae Iwan ini menjelaskan, sejumlah jembatan provinsi yang rusak sudah mulai dibangun dan selesai pada Desember 2021 ini.

Selain itu, jalan-jalan rusak yang menjadi keluhan masyarakat Bima-Dompu mulai dari Sanggar Tambora, Talabiu hingga Wilamaci juga di kecamatan sape bagian selatan bakal selesai Mei 2022.

“Jadi harapan kita, dengan selesainya Perda percepatan jalan (Perda 12/2019) pada bulan Mei itu kemantapan jalan kita menjadi 87 persen dari 1.400 KM jalan provinsi,” harapnya. (Iba)